Bayi yang baru
lahir di beberapa rumah
sakit di seluruh dunia dibuat
untuk mendengarkan musik sebagai bentuk
"terapi" menstimulus otak
mereka, meskipun penelitian
terkait belum konkret membuktikan efek langsung
dari kegiatan ini pada peningkatan intelektual
atau perkembangan setelah lahir bayi. Tapi itulah
yang terjadi di Sebuah rumah sakit Kosice-Saca Slovakia dengan mendengarkan Mozart atau Vivaldi
kepada bayi baru lahir
sebagai cara untuk menghibur bayi yang baru lahir yang dipisahkan dari
ibu mereka. kepala rumah sakit Dr. slavka Viragova mengatakan
fungsi musik tersebut sebagai pengganti suara ibu dan membantu
bayi bernapas teratur
dan menjaga detak jantung yang tepat.
Terinspirasi tulisan saudari Sadaf Farooqi di blognya bertemakan Imparting the Blessings of Quran to a Baby – From
Before Birth! maka saya juga ingin mencoba berbagi
pengalaman pribadi yang saya alami atas efek memperdengarkan Alquran pada janin
(maaf bukan bermaksud riya) mungkin para pembaca ada yang lebih dari ini maka saya sangat bahagia bila anda turut berbagi
cerita tentang pengaruh bacaan Alquran terhadap janin sehingga itu menambah ilmu bagi kita semua, anak pertama saya bernama Zafeera Zatal Mazaya (dipanggil Zata)
ketika di masa kandungan selalu di perdengarkan bacaan alquran (surah al Kahfi)
melalui Iphone 3GS terutama bila malam hari menjelang saya tidur dan itu berlanjut hingga zata berusia satu tahun, sekarang Zata sudah berumur 3,5 tahun sekalipun tidak intens seperti dulu tapi saya masih memperdengarkan bacaan Alquran kepada zata melalui handphone, satu tahun belakangan ini saya bersama suami mengamati zata dalam
kesehariannya terdapat perilaku yang muncul bersifat alamiah di antaranya :
1. Mudah untuk di arahkan terkait
dengan aktifitas keagamaan, seperti : sholat, membaca Alquran, berdoa, berzikir;
2. Kecenderungan yang kuat terhadap pelaksaan
ibadah shalat, terkadang muncul inisatif mengajak saya atau suami untuk sholat berjamaah;
3. Rasa moralitas, yaitu kesadaran atas
kesalahan, di munculkan dengan keinginan untuk meminta maaf setelah pelanggaran;
4. Memori yang sangat baik, di
tampakkan dengan kemampuan menceritakan ulang kejadian, pembicaraan atau
perilaku orang yang dilihat olehnya, terutama habis pulang kegiatan belajar di
PAUD, Zata dapat ngulangi apa yang di ucapkan gurunya termasuk gaya ketika
bicara;
5. Tingkat kecerdasan tinggi, mampu
menghapal bait lagu yang panjang, doa-doa, surat pendek (alfatihah dan alAsr);
6. Imajinasi kreatif, suka merubah bait
bait lagu dari lagu yang dihapal, suka berakting dengan varian karakter;
7. Orasi artikulatif, tingkat ketepatan
artikulasi dalam tuturan panjang sangat jelas dan tegas baik ketika berbicara
Indonesia, mengucapkan ayat alquran, membaca doa dll
Saya memahami
bahwa beberapa poin di atas dapat langsung dihubungkan dengan genetika, pembiasaan
juga beberapa faktor lainnya terutama peran orang tua dalam membentuk
karakternya. Tapi kemudahan dalam mengarahkan anak (ini pengalaman saya lo..)
pabila tidak di barengi daya intelektual dan imajinasi anak maka saya sebagai
orang tua tentu juga akan mengalami kesulitan,
kenyataannya bahwa alQuran selaku firman Allah SWT memiliki dampak dan manfaat
bagi mereka yang membaca, mengucapkan dan mendengarkannya. Itulah yang sudah
saya rasakan memperdengarkan alQuran secara stimultan kepada janin akan memperkuat
mempermudah kita mengarahkannya kepada nilai-nilai kebaikan (agama).
Sebuah Koran Kuwait Times yang terbit 15 Juli 2001 mengabarkan bahwa Organisasi
Islam untuk Ilmu Kedokteran di Kuwait mengumumkan hasil penelitian ilmiah yang
membuktikan bahwa memperdengarkan Al-Qur'an untuk non-Muslim yang tidak
mengerti bahasa Arab memberi efek terapeutik dan menenangkan. Penelitian yang
dilakukan Dr Ahmed Al – Qadhi pada pada 120 lima relawan yang terdiri dari
laki-laki dan prempuan, dengan kelompok usia yang berbeda, non-Muslim dan
non-penutur bahasa Arab, penelitian ini dilaksanakan melalui pemantauan dengan sistem
yang sangat canggih di sebuah klinik yang terletak di Panama City Florida negara
bagian AS. ia membuktikan bahwa terjadi perubahan
fisiologis pada sistem saraf mereka yang mendengarkan pembacaan Quran. (waullahu
‘alam bissawab)
Sumber
:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar