selamat datang dan terima kasih atas kunjungan anda

Minggu, 15 Desember 2013

Efek bacaan Al-Quran terhadap janin dan pasca melahirkan



Bayi yang baru lahir di beberapa rumah sakit di seluruh dunia dibuat untuk mendengarkan musik sebagai bentuk "terapi" menstimulus otak mereka, meskipun penelitian terkait belum konkret membuktikan efek langsung dari kegiatan ini pada peningkatan intelektual atau perkembangan setelah lahir bayi. Tapi itulah yang terjadi di Sebuah rumah sakit Kosice-Saca Slovakia dengan mendengarkan Mozart atau Vivaldi  kepada bayi baru lahir sebagai  cara untuk menghibur bayi yang baru lahir yang dipisahkan dari ibu mereka. kepala rumah sakit Dr. slavka Viragova mengatakan fungsi musik tersebut sebagai pengganti suara ibu dan membantu bayi bernapas teratur dan menjaga detak jantung yang tepat.
Terinspirasi tulisan saudari Sadaf Farooqi di blognya bertemakan Imparting the Blessings of Quran to a Baby – From Before Birth! maka saya juga ingin mencoba berbagi pengalaman pribadi  yang saya alami atas efek memperdengarkan Alquran pada janin (maaf bukan bermaksud riya) mungkin para pembaca ada yang lebih dari ini maka saya sangat bahagia bila anda turut  berbagi cerita tentang pengaruh bacaan Alquran terhadap janin sehingga itu menambah ilmu bagi kita semua, anak pertama saya bernama Zafeera Zatal Mazaya (dipanggil Zata) ketika di masa kandungan selalu di perdengarkan bacaan alquran (surah al Kahfi) melalui Iphone 3GS terutama bila malam hari menjelang saya tidur dan itu berlanjut hingga zata berusia satu tahun, sekarang Zata sudah berumur 3,5 tahun sekalipun tidak intens seperti dulu tapi saya masih memperdengarkan bacaan Alquran kepada zata melalui handphone, satu tahun belakangan ini saya bersama suami mengamati zata dalam kesehariannya terdapat perilaku yang muncul bersifat alamiah di antaranya :

1.  Mudah untuk di arahkan terkait dengan aktifitas keagamaan, seperti : sholat, membaca Alquran, berdoa, berzikir;
2.    Kecenderungan yang kuat terhadap pelaksaan ibadah shalat, terkadang muncul inisatif mengajak saya atau suami untuk sholat berjamaah;
3.   Rasa moralitas, yaitu kesadaran atas kesalahan, di munculkan dengan keinginan untuk meminta maaf  setelah pelanggaran;
4.  Memori yang sangat baik, di tampakkan dengan kemampuan menceritakan ulang kejadian, pembicaraan atau perilaku orang yang dilihat olehnya, terutama habis pulang kegiatan belajar di PAUD, Zata dapat ngulangi apa yang di ucapkan gurunya termasuk gaya ketika bicara;
5.   Tingkat kecerdasan tinggi, mampu menghapal bait lagu yang panjang, doa-doa, surat pendek (alfatihah dan alAsr);
6.   Imajinasi kreatif, suka merubah bait bait lagu dari lagu yang dihapal, suka berakting dengan varian karakter;
7.   Orasi artikulatif, tingkat ketepatan artikulasi dalam tuturan panjang sangat jelas dan tegas baik ketika berbicara Indonesia, mengucapkan ayat alquran, membaca doa dll
 
Saya memahami bahwa beberapa poin di atas dapat langsung dihubungkan dengan genetika, pembiasaan juga beberapa faktor lainnya terutama peran orang tua dalam membentuk karakternya. Tapi kemudahan dalam mengarahkan anak (ini pengalaman saya lo..) pabila tidak di barengi daya intelektual dan imajinasi anak maka saya sebagai orang tua tentu juga akan mengalami  kesulitan, kenyataannya bahwa alQuran selaku firman Allah SWT memiliki dampak dan manfaat bagi mereka yang membaca, mengucapkan dan mendengarkannya. Itulah yang sudah saya rasakan memperdengarkan alQuran secara stimultan kepada janin akan memperkuat mempermudah kita mengarahkannya kepada nilai-nilai kebaikan (agama).
Sebuah Koran Kuwait Times yang terbit 15 Juli 2001 mengabarkan bahwa Organisasi Islam untuk Ilmu Kedokteran di Kuwait mengumumkan hasil penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa memperdengarkan Al-Qur'an untuk non-Muslim yang tidak mengerti bahasa Arab memberi efek terapeutik dan menenangkan. Penelitian yang dilakukan Dr Ahmed Al – Qadhi pada pada 120 lima relawan yang terdiri dari laki-laki dan prempuan, dengan kelompok usia yang berbeda, non-Muslim dan non-penutur bahasa Arab, penelitian ini dilaksanakan melalui pemantauan dengan sistem yang sangat canggih di sebuah klinik yang terletak di Panama City Florida negara bagian AS.  ia membuktikan bahwa terjadi perubahan fisiologis pada sistem saraf mereka yang mendengarkan pembacaan Quran. (waullahu ‘alam bissawab)


Sumber :




Tidak ada komentar: