Istilah
Kelirumologi pertama dicetuskan oleh Jaya Suprana, pengusaha jamu asal Kota Semarang
yang juga pendiri Museum Rekor Indonesia. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali
memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan
yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya
itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku
tersebut mengajak pembaca agar
lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah.
Jadi, kelirumologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kekeliruan menyebutkan
suatu kata atau kalimat yang sudah dianggap benar di tengah masyarakat.
Dalam
artikel ini saya meminjam istilah kelirumologi ala om Jaya Suprana untuk
hal yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat seputar masa kehamilan
bukan pada pengunaan kata tapi lebih pada pemahamannya, diantaranya :
1. Karena ibu hamil makan
untuk dirinya dan janinnya, maka ia memutuhkan tambahan makanan setara dengan
1000 kalori per hari.
Tidak benar. Selama hamil, yang ibu
butuhkan adalah tambahan nutrisi untuk membantu janin tumbuh optimal. Ibu hamil
memang makan untuk 2 orang, tapi tidak berarti ia membutuhkan kalori 2 kali
lebih banyak dari biasanya. Kebanyakan wanita hamil hanya memerlukan tambahan
kalori tidak lebih dari 300 kalori per hari.
2. Morning sickness tidak dapat dihindari oleh seorang ibu hamil.
Tidak benar. Mual termasuk
karakteristik normal yang biasa terjadi di awal kehamilan. Pada beberapa kasus,
kondisi ini dapat dihindari atau dikendalikan. Mual dan muntah yang terjadi di
awal kehamilan terkait dengan jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan waktu
makanan tersebut dikonsumsi.
Menghindari makanan berlemak,
digoreng, dan berbumbu tajam akan membantu ibu hamil terhindar dari mual dan
muntah di pagi hari. Sebagai gantinya, cobalah menkonsumsi makanan berat
(sarapan lengkap) dalam beberapa tahap. Cara ini terbukti ampuh untuk mengatasi
mual dan muntah di pagi hari. Untuk cemilan, cobalah pilih aneka makanan lunak
seperti roti panggang (toast) dan crackers.
3. Sesekali ibu hamil boleh mengkonsumsi sedikit alkohol.
Tidak benar. Dalam jumlah berapapun,
alkohol tidak baik untuk ibu hamil. Mengkonsumsi apapun yang mengandung
alkohol, dapat meningkatkan resiko gangguan pada janin. Sampai saat ini, belum
ada penelitian yang dapat memastikan jumlah alkohol yang dapat menganggu
kesehatan janin. Jadi, akan lebih baik bila ibu hamil menjauhi alkohol guna
menghindari resiko FAS (Fetal Alcohol Syndrome) pada bayi.
4.
Ibu hamil sebaiknya
mengurangi aktivitas fisiknya, termasuk olah raga
Tidak benar. Selama seorang ibu dinyatakan sehat oleh
dokter tidak masalah baginya untuk tetap aktif beraktivitas termasuk olah raga.
Hanya saja, jika biasanya bisa langsung “tancap gas”, mulailah aktivitas
dengan perlahan. Tetaplah berolah raga karena olah raga dapat membantu menjaga
kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Sakit punggung, rasa lelah
berlebihan, dan pemulihan pasca persalinan yang cepat termasuk keuntungan yang
akan diperoleh ibu hamil yang aktif berolah raga. Meskipun begitu, tetap
konsultasikan jenis aktivitas dan olah raga yang ibu jalani agar dokter mampu
mengontrol kesehatan ibu setiap saat.
5. Berat badan ibu hamil paling tidak harus bertambah sebanyak 11-13,6 kg
selama hamil.
Tidak benar. Kenaikan berat badan
ibu hamil berbeda satu dengan yang lainnya. Kenaikan berat tubuh tergantung dari Massa Indeks Tubuh
(BMI) masing-masing ibu sebelum
hamil. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG)
memberikan panduan seperti tabel di bawah ini;
Tabel
pertambahan berat badan ibu selama hamil
(Sumber: MedicineNet.com)
(Sumber: MedicineNet.com)
Salah satu tanda kehamilan yang
sehat adalah pertambahan berat badan. Untuk itulah ibu hamil harus selalu
menimbang berat badannya setiap kali memerikasakan kehamilan. Biasanya dokter
akan menyarankan penambahan berat badan sebesar 0.91-1.81kg pada trimester
pertama, dan 1.36-1.81kg pada trimester kedua dan ketiga.
6. Penambahan berat badan ibu hamil adalah karena lemak yang
bertumpuk dalam tubuh ibu.
Tabel pertambahan berat bagian tubuh ibu hamil (Sumber: MedicineNet.com)
7.
Hubungan
seks selama hamil akan membahayakan janin.
Tidak benar. Selama kehamilan tidak
bermasalah, maka hubungan seks
tetap dapat dilakukan. Orgasme dan intercourse, tidak akan
membahayakan janin. Janin dilindungi oleh uterus dan cairan ketuban yang akan
membuatnya tetap aman di dalam kandungan ibu.
8.
Sterch mark tidak dapat
dihindari selama hamil.
Tidak benar. Menurut George
Kroumpouzos, MD, PhD, dermatologist di South Shore Medical Center, Norwell,
Massachusetts, hampir 90% wanita hamil akan mengalami stretch mark
sebagai reaksi dari pertambahan besarnya perut ibu selama hamil. Olah
raga teratur dan penggunaan lotion atau krim yang mengandung Alpha-hydroxy acid,
akan membantu ibu untuk mencegah terjadinya parut pada perut selama hamil.
9.
Ibu hamil tidak boleh minum
es atau air dingin karena dapat menebabkan kehamilan besar atau sulit lahir.
Tidak benar. Alasan sebaiknya ibu
hamil tidak minum air dingin adalah karena air dingin akan membuat ibu membakar
lebih banyak kalori guna menstabilkan suhu tubuh ibu. Jika kalori dibakar
berlebih maka ibu dapat merasa mudah lelah dan kehilangan tenaga. Selain itu,
minum air dingin setelah makan akan menganggu penyerapan zat makanan di dalam
tubuh. Air dingin dan es biasanya juga dikonsumsi dengan tambahan gula. Gula
inilah yang dikawatirkan akan memberi tambahan gula berlebih pada ibu. dan
menyebabkan permasalahan baru; seperti diabetes, dan ukuran bayi yang besar.
Artikel ini disarikan dari id.theasianparent.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar