selamat datang dan terima kasih atas kunjungan anda

Senin, 16 Desember 2013

‘Kelirumologi’ seputar kehamilan



Istilah Kelirumologi pertama dicetuskan oleh Jaya Suprana, pengusaha jamu asal Kota Semarang yang juga pendiri Museum Rekor Indonesia. Sebagai pemikir, Jaya kerapkali memperdalam berbagai literatur baik dari buku maupun media lainnya untuk mempelajari kekeliruan yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat. Dari hasil olah pikirnya itu, Jaya menerbitkan buku berjudul Kaleidoskopi Kelirumologi. Buku tersebut mengajak pembaca agar lebih kritis terhadap semua hal yang dianggap benar padahal sebenarnya salah. Jadi, kelirumologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kekeliruan menyebutkan suatu kata atau kalimat yang sudah dianggap benar di tengah masyarakat.
Dalam artikel ini saya meminjam istilah kelirumologi ala om Jaya Suprana untuk hal yang terlanjur dianggap benar di tengah masyarakat seputar masa kehamilan bukan pada pengunaan kata tapi lebih pada pemahamannya, diantaranya :


1.    Karena ibu hamil makan untuk dirinya dan janinnya, maka ia memutuhkan tambahan makanan setara dengan 1000 kalori per hari.

Tidak benar. Selama hamil, yang ibu butuhkan adalah tambahan nutrisi untuk membantu janin tumbuh optimal. Ibu hamil memang makan untuk 2 orang, tapi tidak berarti ia membutuhkan kalori 2 kali lebih banyak dari biasanya. Kebanyakan wanita hamil hanya memerlukan tambahan kalori tidak lebih dari 300 kalori per hari.

2.      Morning sickness tidak dapat dihindari oleh seorang ibu hamil.

Tidak benar. Mual termasuk karakteristik normal yang biasa terjadi di awal kehamilan. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat dihindari atau dikendalikan. Mual dan muntah yang terjadi di awal kehamilan terkait dengan jumlah makanan yang masuk ke tubuh dan waktu makanan tersebut dikonsumsi.
Menghindari makanan berlemak, digoreng, dan berbumbu tajam akan membantu ibu hamil terhindar dari mual dan muntah di pagi hari. Sebagai gantinya, cobalah menkonsumsi makanan berat (sarapan lengkap) dalam beberapa tahap. Cara ini terbukti ampuh untuk mengatasi mual dan muntah di pagi hari. Untuk cemilan, cobalah pilih aneka makanan lunak seperti roti panggang (toast) dan crackers.

3.      Sesekali ibu hamil boleh mengkonsumsi sedikit alkohol.

Tidak benar. Dalam jumlah berapapun, alkohol tidak baik untuk ibu hamil. Mengkonsumsi apapun yang mengandung alkohol, dapat meningkatkan resiko gangguan pada janin. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang dapat memastikan jumlah alkohol yang dapat menganggu kesehatan janin. Jadi, akan lebih baik bila ibu hamil menjauhi alkohol guna menghindari resiko FAS (Fetal Alcohol Syndrome) pada bayi.

4.      Ibu hamil sebaiknya mengurangi aktivitas fisiknya, termasuk olah raga

Tidak benar.  Selama seorang ibu dinyatakan sehat oleh dokter tidak masalah baginya untuk tetap aktif beraktivitas termasuk olah raga. Hanya saja, jika biasanya bisa langsung “tancap gas”, mulailah aktivitas dengan perlahan. Tetaplah berolah raga karena olah raga dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.
Sakit punggung, rasa lelah berlebihan, dan pemulihan pasca persalinan yang cepat termasuk keuntungan yang akan diperoleh ibu hamil yang aktif berolah raga. Meskipun begitu, tetap konsultasikan jenis aktivitas dan olah raga yang ibu jalani agar dokter mampu mengontrol kesehatan ibu setiap saat.

5.      Berat badan ibu hamil paling tidak harus bertambah sebanyak 11-13,6 kg selama hamil.

Tidak benar. Kenaikan berat badan ibu hamil berbeda satu dengan yang lainnya. Kenaikan berat tubuh tergantung dari Massa Indeks Tubuh (BMI) masing-masing ibu sebelum hamil. American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) memberikan panduan seperti tabel di bawah ini;


Tabel pertambahan berat badan ibu selama hamil
(Sumber: MedicineNet.com)

 Salah satu tanda kehamilan yang sehat adalah pertambahan berat badan. Untuk itulah ibu hamil harus selalu menimbang berat badannya setiap kali memerikasakan kehamilan. Biasanya dokter akan menyarankan penambahan berat badan sebesar 0.91-1.81kg pada trimester pertama, dan 1.36-1.81kg pada trimester kedua dan ketiga.

6.      Penambahan berat badan ibu hamil adalah karena lemak yang bertumpuk dalam tubuh ibu.

Tidak benar. Penambahan berat badan ibu tidak terjadi karena adanya kelebihan lemak. Pertambahan tersebut karena adanya janin, plaseta, cairan amnion (ketuban), pertumbuhan uterus, membesarnya payudara, cairan tubuh yang bertambah, protein dan lemak.  



  
 Tabel pertambahan berat bagian tubuh ibu hamil (Sumber: MedicineNet.com)

7.      Hubungan seks selama hamil akan membahayakan janin.

Tidak benar. Selama kehamilan tidak bermasalah, maka hubungan seks tetap dapat dilakukan. Orgasme dan intercourse, tidak akan membahayakan janin. Janin dilindungi oleh uterus dan cairan ketuban yang akan membuatnya tetap aman di dalam kandungan ibu.

8.      Sterch mark tidak dapat dihindari selama hamil.

Tidak benar. Menurut George Kroumpouzos, MD, PhD, dermatologist di South Shore Medical Center, Norwell, Massachusetts, hampir 90% wanita hamil akan mengalami stretch mark sebagai reaksi dari pertambahan besarnya  perut ibu selama hamil. Olah raga teratur dan penggunaan lotion atau krim yang mengandung Alpha-hydroxy acid, akan membantu ibu untuk mencegah terjadinya parut pada perut selama hamil.

9.   Ibu hamil tidak boleh minum es atau air dingin karena dapat menebabkan kehamilan besar atau sulit lahir.

Tidak benar. Alasan sebaiknya ibu hamil tidak minum air dingin adalah karena air dingin akan membuat ibu membakar lebih banyak kalori guna menstabilkan suhu tubuh ibu. Jika kalori dibakar berlebih maka ibu dapat merasa mudah lelah dan kehilangan tenaga. Selain itu, minum air dingin setelah makan akan menganggu penyerapan zat makanan di dalam tubuh. Air dingin dan es biasanya juga dikonsumsi dengan tambahan gula. Gula inilah yang dikawatirkan akan memberi tambahan gula berlebih pada ibu. dan menyebabkan permasalahan baru; seperti diabetes, dan ukuran bayi yang besar.


Artikel ini disarikan dari id.theasianparent.com

Tidak ada komentar: